No info
Kali ini aku menahan tangan Maya biar tetap di pahaku. Nggak tahu, entah karena suaraku merdu atau mungkin karena suaraku fals plus berisik, Maya datang menghampiriku.“Lagi nggak ngapel nih, Mas Andra?” sapanya ramah (perlu diketahui kalau Maya memang orangnya ramah banget)
“Ngapel sama siapa, May?” jawabku sambil terus memainkan Sialannya Cokelat. Bokep crot Tapi aku punya kelemahan, saat ini aku udah nggak perjaka lagi (emang sekarang udah nggak jamannya keperjakaan diutamakan). Masih duduk di kelas dua SMA tapi kok perawakannya udah kayak anak kuliah aja. Aku nggak tahan Mass… kayak kebelet pipis mas..” rintih Maya.Tak aku hiraukan rintihan itu. Maya menutup matanya lalu membasahi bibirnya (aku bener-bener bersorak sorai). Kupeluk dan kuciumi gadis yang baru memberiku kepuasan itu. aku segera berpikir, apa bener ya gosip yang beredar di tempat kost ini kalo si Maya ada mau sama aku.“May, kok diam aja?





















