Saya melihat jalanan di depan rumah sudah sepi sekali.Tiba-tiba ide gila saya mulai lagi. Bokep barat Saya jongkok sambil membuka ritsletingnya dan mengeluarkan batang kejantanannya dari dalam CD-nya. Saya melompat pagar lagi, dan masuk ke kamar diam-diam. Buku dan VCD porno pun tidak bisa memuaskan saya. Ternyata mereka adalah bapak-bapak yang tinggal di komplek ini yang sedang meronda.“Lho, mas Bagus lagi ngapain..?” kata seorang bapak di situ.“Ah ngga pak… mmm… ini mbak Diana…” jawab mas Bagus malu-malu.“Ini Om, saya habis ‘gituan’ sama mas Bagus…” saya jawab begitu nekat dengan harapan 2 bapak ini juga mau memperkosa saya seperti yang telah saya lakukan dengan si penjuali nasi goreng. Saya benar-benar tidak puas dengan tidak terpenuhinya keinginan saya untuk menghisap kemaluan pria. Badan saya seluruhnya malam itu bau sperma. Begitu juga pada batang keperkasaan yang kedua, ketiga, keempat, dan yang terakhir miliknya pak Bahrul.




















