Mengambil pisau cukur dan krim punya Bapak, aku menyemprotkan busa putih di rambut kemaluan, lalu mulai mencukur.10 menit kemudian aku selesai dan bersiram di bawah pancuran air hangat. Bokep jilbab Ia terus bangkit berdiri. Aku sungguh mau menjadi budaknya.“Haaahhhhh…. sekali lagi tangan yg kekar itu memegang pinggangku yg ramping erat-erat, menekan tubuhku ke bawah. Aku ingin mencengkram dan tdk melepaskan penis yg masuk dan keluar dengan cepat. Kak Edo membuka matanya. Televisi menyala, berita diisi tentang genangan air dan banjir Ibukota. Menyembur. Kak Edo masih tertidur pulas. Ia berasal dari keluarga kaya raya. Aku merasa vaginaku sakit, ngilu, dan bahagia.Mungkin, begini rasanya pengantin baru. Aku masih asyik menjilat dan mengulum dan menghisap ketika Kak Rai memberiku perintah pertamanya.“Diam ya… tunggu…” Aku terdiam.Menunggu, dengan posisi masih menungging.




















