Aku parkirkan mobil Kijangku di pinggir pantai Ancol. Bokep arab Aku terus menggoyang pantatku ke depan ke belakang, keatas kebawah dengan teratur sampai pada suatu saat. Kami berciuman kembali. Kunikmati kecantikan wajahnya. Yang pacaran, ya pacaran. Kurasakan betapa nikmat rasanya kemaluan Mikha, ternyata lubang kemaluan Mikha masih sempit, walaupun bukan lagi seorang perawan. “Saya nggak bakal lupa deh sama malam ini, saya akan inget terus malem ini, jadi kenangan manis saya”
Aku hanya tersenyum dengan lelah dan berkata “Iya Mikha, saya juga, saya nggak bakal lupa”. Kuciumi daerah hitam itu. Juga Nikon, kawan baik yang menjadi sumber nafkahku. Beberapa detik kemudian kudengar desahan panjang dari Mikha
“sstt… Aahh!!!”
Aku terus beroperasi di situ
“aahh…, Mas Joe…, gila nikmat bener…, Gila…, saya baru ngerasain nih nikmat yang kayak gini…, aahh…, saya nggak tahan nih…, udah deh…”
Lalu dengan tiba-tiba ia menarik kepalaku dan dengan tersenyum ia memandangku.




















