Saya lalu teriak minta pamit saja dengan alasan nanti besok saja ketemunya, tapi istri Azis berteriak melarangku dan katanya,“Tunggu dulu pak, nasi yang saya masak buat bapak sudah matang. XNXX Kita makan bersama saja dulu, siapa tahu setelah makan Azis datang, khan belum juga larut malam, apalagi kita baru saja ketemu,” katanya penuh harap agar aku tetap menunggu dan mau makan malam bersama di rumahnya.Tak lama kemudian, iapun keluar memanggilku masuk ke ruang dapur untuk menikmati hidangan malamnya. Bahkan ia nampaknya lebih tidak tahan lagi berlama-lama memandangnya. “Betul sekali pak, dari mana yah?” tanya wanita itu lemah lembut.“Saya tinggal tidak jauh dari sini dik, saya ingin ketemu Azis. Merekapun masih tinggal di rumah kontrakan, namun agak besar dibanding rumah yang kami kontrak.Maklum mereka sedikit membawa modal dengan harapan membuka usaha baru di kota Kabupaten kami.




















