“Aku masuk dulu ya,” kata Erika. Bokep STW Karena masing-masing bawa kuda (aku dan Iwan) maka aku satu kuda sama Nani karena dia yang tahu mau ke mana. Sambil makan dan berbincang, baru kutahu kalau si Ragit ini sering ke sini, makanya dia berani menggoda Mimin. “Mau ikut kami?” tanya Nani. Selesai makan Ragit mengajakku ke sebuah ruangan di dalam warung itu, ruangan itu tidak terlalu lebar tapi sangat panjang dan memiliki banyak kamar dan hanya ada satu pintu untuk masuk dan keluar. ah.. enak.. kamu mau yang mana?” tanya Ragit kepadaku.Kemudian aku melihat separuh foto-foto itu karena yang separuhnya sedang dilihat Ragit. “Mas, mau pesan apa?” tanya seorang cewek yang sempat membuatku terkejut.




















