Dari dapur aku duduk-duduk di beranda belakang membaca majalah.Sekitar jam 7 malam, aku keluar dan membeli makanan. “Uuuhh.. Bokep montok Rina sering diceritain temen-temen di sekolah, tapi belon pernah liat.”
Gugup aku menjawab, “Rina.. “Eh, tolong dong bayarin Bajaj.. hh.. Oom Ryan ngeledek..!”
Mia meloncat dari sofa dan berusaha mencubiti lenganku. Sesekali lidahku akan membelai kelentitnya dan tubuh Rina akan terlonjak dan nafas Rina seakan tersedak. Ia pun mengundangku untuk main ke rumahnya dan dikenalkan pada anak-istrinya. Tapi segera saja aku sadar bahwa itu bukan mimpi, dan aku memandangi rambutnya yang tergerai yang bergerak-gerak mengikuti kepalanya yang naik-turun. Ia berangkat sama istrinya, sedangkan anaknya tidak ikut karena sekolah.Setelah 3 hari di rumahnya, suatu kali aku pulang dari rumah kakakku, karena aku tidak ada kesibukan apapun dan aku pun menuju rumah Firman.




















