Ketika lidahnya bermain di atas pusarku, aku mulai mengerang-erang kecil keenakan, dia mengecup dan membasahi seluruh perutku. Bokep montok Kedua pahaku yang tadi menjepit pergelangan tangan kanannya kurenggangkan. Karena bukan weekend, jumlah penontonnya sedikit, sehingga dia milih tempat duduk yang jauh dari penonton lain.Dia berbisik: “Din, aku sayang sekali ma kamu. Kedua tanganku masih tetap memegangi kain sprei, aku kelihatan tegang sekali.“Sayang… jangan tegang begitu dong sayang”, katanya mesra.“Lampiaskan saja perasaanmu, jangan takut kalau Din merasa nikmat, teriak saja sayang biar puass….” katanya selanjutnya. Dia membetulkan posisinya di atas selangkangan ku. Lumatannya terus dilanjutkannya pada itilku. Puas mengecup dan mengulum bibir bagian atas, dia berpindah untuk mengecup dan mengulum bibir memekku bagian bawah. Dia menjilati dan menelan semua lendirku itu tanpa merasa jijik.“Mas, nikmat banget deh, aku sampe lemes”, kataku.“Ya udah kamu istirahat aja, aku mau ngangetin makanan dulu ya”, katanya.




















