Mengembangkan otakku untuk memperawani mereka. Bokep xnxx Saat itu aku sedang melakukan pendekatan dengan Chie. Bibirnya sedikit terbuka. Namun sebuah tepukan di pundakku membuka mataku. “Chie, sudahlah.”
“Ray, Papa udah nggak ada.”
Kuusap belakang kepalanya, menekan tengkuknya, berusaha melegakannya. Waktu itu… aku yang memintanya.”
“Ah?”Surabaya, Keesokan Harinya“Ray, si pemburu. Egois.”
Tuduhan itu membuatku terdiam. “Chie, sudahlah.”
“Ray, Papa udah nggak ada.”
Kuusap belakang kepalanya, menekan tengkuknya, berusaha melegakannya. terima kasih,” suaranya terdengar sendu, “Kamu?”
“Aku sudah menimbang-nimbang,” jawabku. “Hallo?”
Hening sesaat merasuki suasana. Wajahnya melukiskan kebahagiaan dan ketenangan. Si pemburu gadis-gadis perawan. Bahkan aku pun tidak tahu? “Nih, rokok.”
Chie menyambar bungkus Marlboro di tanganku dan membuangnya ke sudut ruangan. Namun yang kutemukan bukanlah pancaran liar dan haus yang biasa kurasakan saat-saat kami masih bersama. ah…?”
Chie merasakan kebingunganku. Pahit dan menyenangkan. “Untukmu?” senyumku sambil menatapnya.




















