Batang kemaluanku sudah tepat di depan mulut liang kewanitaannya.“Nan, masih perawan nggak, aku masukin ya?” pintaku. Bokepindo Badanku basah kuyup, karena kehujanan sepanjang perjalanan kaki dari jalan raya. Barangkali ia hanya ingin mempraktekkan apa yang pernah ia lihat pada foto porno. Aku ketakutan dan hampir tidak bisa bicara. Namun Mbak Yati tidak meneruskan. Kugerakkan maju mundur pelan-pelan, karena sempitnya liang kewanitaannya. Badanku basah kuyup, karena kehujanan sepanjang perjalanan kaki dari jalan raya. “Ini kesempatan,” pikirku.Aku terus mengeringkan kepalaku dengan handuk sehingga mataku tertutup dan pura-pura tidak tahu kalau Mbak Yati mendatangi kamarku. Waktu itu ibunya sedang ada tugas mendampingi Pak Kades menerima kunjungan anggota DPRD. Perutnya ramping, cembung di bawah, sedikit di atas jembutnya.




















