“Kita pulang sama-sama, saya juga ada perlu di rumahmu, jaketku ketinggalan.”Hermanto mengantarku sampai ke rumahnya. “nggak usah repot, sebentar juga saya mau pulang.”
Tapi tahu-tahunya dia sudah membawa nampan dimana terdapat secangkir kopi yang hangat. Bokep jepang terima kasih atas waktunya.” Katanya sambil mengulurkan tangan. Setelah itu, air maninya kugunakan untuk melumuri penisku. Kemudian, dia kembali menciumiku dengan lembut sambil meremas-remas rambutku. Wow! Kemudian ia mulai tidak sabaran, ia terus memaksaku agar segera melakukannya. Aku hampir tersedak karena sperma yang ia keluarkan sangat banyak. Ternyata bibirnya sangat seksi, wajahnya juga sangat maskulin dihiasi janggut yang tidak terurus, tambah lagi kharismanya yang terlihat kebapakan. Kulaksanakan perintahnya dan dengan rakusnya ia kembali mengisap penisku untuk menunggu cairan lezat yang sangat ia suka. Kontolku yang mulai berdenyut-denyut sudah tidak bisa ditahan lagi, lubang pantatnya segera kusodok dan masuk dengan mudahnya.




















