Aku pun sampai di depan pintu kamar Candra. Bokep india Sungguh rendah rasanya, aku merasa ternoda, apalagi Chandra berpesan, “Lain kali ke sini lagi ya kalau gue minta…”.Hari itu aku sangat lelah, lelah pikiran dan perasaan. “Saya banyak soft copy nya, kamu tak perlu cari cara buat ngelak deh…”, jelas Chandra semakin membuat aku kebingungan.“Saya beli saja semua copyan mu itu…”, tawarku mencoba membujuk Chandra. Aku pun sangat terpaksa. Mendengar itu aku kembali lemah, tidak ada yang bisa kuperbuat kecuali kembali mengocok penisnya.“Nah gitu dong…”, kata Chandra. Aku perlahan menyepongkan penisnya itu. Aku pun terpaksa membuka mulutku, dan membiarkan penis besar itu masuk ke dalam mulutku.“Ahhh….”, desah Chandra merasakan nikmat.










