Namun tak disangka, Ibu Diva memegang lengan ku dan menarikku ke dalam pelukannya.“temani aku malam ini, Dik!” Bisiknya lirih di telingakuKurasa habislah pertahanan ku kali ini. Bokep viral terbaru Aku jadi teringat kejadian di tangga cafe tadi.“Masalah tadi, maafin saya Mbak, itu reflek yang nggak sengaja.” Kataku“Nggak papa koq, Mbak ngga hati-hati sih, pegel banget nih!” Katanya“Sini saya pijitin” kataku sambil mengangkat kakinya dang menggulung celana jins nya sampai selututDia pun merebahkan badannya agar aku bisa leluasa memijitnya. Karena kebiasaanku datang ke kantor itu untuk meminjam buku untuk tugasku aku mengenal tante Diva. Aku yang sudah naksir dengannya pun tak menolak dengan ajakan tante Diva itu. Hingga akhirnya aku bisa mengenalnya dan semakin hari semakin dekat tantu Diva. Hebat sekali kamu tadi, padahal baru pertama, ya! Sambil terpincang-pincang, Ibu Diva membawakan segelas teh manis hangat untukku, dan duduk di sampingku. Saat kusibak kerimbunan itu, gundukan daging itu berwarna kemerahan














