Segar. “Rick, aku harus pergi sekarang,” ia diam sejenak, “Nanti sore kau boleh telepon aku.”
“Thanks Fell,” aku berdiri mendekat, kukecup keningnya dan kutinggalkan ia. Bokep colmek Aku termenung sejenak berjongkok di depan mesin ATM itu. Paling tidak aku kehilangan keperjakaanku gara-gara tempat ini beberapa tahun lalu. Sudah lama sebenarnya aku bosan dengannnya. Tapi entah mengapa aku tidak tertarik padanya. Sampai jam 5 sore, waktu karibku menelpon aku malah buat janji dengannya untuk clubbing di Zanzibar. Felly lagi. Malam itu begitu indah. Tidak juga. Tempat ini sejarah bagiku. Kisah anjing makan anjing lebih menarik bagiku. “OK, sambungkan..!” Entah mengapa lidahku sulit diajak kompromi kalau sudah soal Felly. Jam 6 pagi aku meninggalkan rumahnya. Entah mengapa aku tidak dapat lepas darinya.Kalau aku tidak bertemu dengannya, tidak ada sama sekali rasa kehilangan atau kangen atau apalah namanya.




















