Aku tidak mau kehilangan lagi orang yang kusayangi. “Emm..” aku tidak berani bilang kalau aku merasa sakit. Bokepindo Kamu tidak harus memanggil aku ‘ayah’ atau sebutan lainnya, panggil saja aku Erik.”
Sambil mengalihkan pandangannya ke temannya, dia melanjutkan,”Nah.., ini adalah temanku, namanya Tomi.”
Akupun menyunggingkan senyuman ke arah Tomi yang membalasku dengan senyuman hangat.Aku sama sekali tidak percaya bahwa ternyata Erik tinggal sendirian di rumah megah seperti ini dan masih berusia 24 tahun saat itu. “Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Enam bulan pun berlalu.Pada suatu hari yang cerah, mendadak kami dibangunkan oleh Bunda Risa, salah satu pengurus di tempat kami. Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? “Hmm..kamu menyukainya bukan? Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja.




















