uh.. jangan di situ..!”Aku memeluknya dan membelai rambutnya, “Nggak Von. Bokep brazzers akuu nggak kuat.., Sayang..!”Aku menjerit keras dan, “Crat.. uh.. jangan didorong dong Dik, malah masuk ke tenggorokkanku, pelan-pelan saja ya. (Aku pingin punya anak..)Sesaat aku bengong membaca balasan SMS-nya.“Ivone ingin punya anak..? uh.. Perlahan aku menggerakkan pantatku ke belakang dan ke depan. Perlahan aku menggerakkan pantatku ke belakang dan ke depan. Ia kembali menggigit bibirnya sementara aku terus memasukkan penisku semakin dalam ke dalam vaginanya, membuat Ivone semakin keras menggigit bibirnya.“Ouggh Dikii.. Kadang turun ke buah dada dan putingnya. Tapi ada syaratnya..,” jawabnya.“Apa dong syaratnya..?” tanyaku penasaran.“Gampang saja.., aku ingin punya anak, aku ingin kamu membantu aku agar aku hamil..!”“Oke deh.. Easy come easy go aja deh. iya sampe jam 17.00 nanti.” katanya.Langsung aku berpikir, gila.. Nggak pa-pa kok,” jawabnya sambil pura-pura menyibukkan diri.“Oke, tapi jangan lesu gitu dong, masa sekretaris tampangnya nggak seger ah..!” kataku




















