Apa kabar?”, tiba-tiba sebuah suara wanita menghentakkan lamunanku, membangkitkan kembali diriku dari kesunyian yang baru saja kualami. Bokep jilbab hah? “Rev, I’m almost there….”, bisikku lembut. Outlet St. Terus kutelusuri wajah para tamu sampai akhirnya kutertumbuk pada sesosok wajah yang cantik, lembut and of course, I’ll never forget. Haruskah saya membuat kaumku yang lain merasakan perih itu? “Sure…anything you want, Rev”, balasku cepat dengan terus membelai rambutnya. “Ryo….uuhhh….hhhmmm…”, terdengar lembut suara Revy berbisik, di antara desah nafasnya yang memburu.Terus kuperlakukan dia dengan penuh kasih sayang. Memang Revy tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut, bahkan dia akan marah besar jika ada yang menyinggung permasalahan tersebut. Ya… tanpa sadar kami berdansa, diiringi lembut musik yang keluar dari stereo set di buffet ruang tamu.




















