Dasar Bram. “Ahh… Maass…” Mirna merengek. Bokep colmek Dari balik pintu supirnya keluar seorang laki-laki, yang lantas mengunci Mercy itu, lalu masuklah dia ke salon Sitha. Ternyata dia perlu waktu lama sekali buat menimbang-nimbang. Adiknya itu tidak bisa dibilang ganteng, malah tampangnya terhitung pas-pasan. Tapi tiba-tiba Bram berhenti dan berdiri. “Cih. Rumah itu rumah Bram dan Mirna; Sitha tinggal dan buka usaha di sebelah rumah mereka berdua. “Udahan, nih?”
Sekarang gantian Mirna yang kaget. Sitha tersenyum puas mendengar suara berisik di rumah adik dan adik iparnya. Bunyi SMS datang di antara bunyi radio mobil. Walau ada yang cemong sedikit gara-gara mukanya tadi digagahi, bibir Mirna masih merah, maskaranya belum luntur, bedaknya masih ketebalan. Dia tidak menyangka Bram bakal secepat itu mengerti dan ikut ‘bermain’.




















