Tanganku merangkul erat di belakang kepalanya. Bokep Kami nyampe dalam waktu hampir bersamaan hingga nonokku kembali penuh dengan cairan birahi kami berdua, saking penuhnya sehingga tidak tertampung seluruhnya. ”Nez, harum lo ketekmu dan mulus lagi, aku senang sama ketekmu”, rayunya sedangkan aku kegelian dan terangsang, enak juga ketekku diciumnya.Dia tak puas-puasnya terus mencium ketekku. Cowokku sudah mahasiswa, makanya dia yang memperkenalkan nikmatnya ranjang kepadaku, aku menjadi ketagihan untuk mereguknya setiap kali kita ketemu.Lagian cowokku itu pinter banget melakukan tugasnya dalam memuaskan napsuku yang selalu berkobar kalo aku ada didekatnya. Waduh, sia blon puas ngentotin akunya. Mendengar eranganku dia makin bernapsu meremas toketku kiri dan kanan. Tanganku merangkul erat di belakang kepalanya. dia tetap memaksa mengangkat tanganku lalu ketekku diciumnya dibenamkannya hidungnya dalam-dalam sambil menghirup aroma ketekku.




















