biarkan aku menelan kamu yyaa..’, pintanya penuh kehausan. Bokepindo Aku akan membeli pakaian baru dari uang pemberian Koh Abong semalam. Dia langsung meraih selangkanganku, meremas kontolku yang juga sudah ngaceng. Tak akan ada orang yang cukup waktu untuk mengenaliku. Aku jadi terharu, Koh Abong sangat baik padaku dan aku menjadi merasa sangat tersanjung.Sesudah dia pergi, aku kembali berbenah. Aku cek kembali lipstick-ku, dengan sedikit sentuhan tangan kiriku dan dengan mengatupkan bibirku, semuanya tampak beres. Kata-kata terakhir yang menyangkut barang Pak Adop itu membuatku merinding dan menggelinjang. Di hotel kecil seperti itulah aku akan lebih leluasa melaksanakan obsesiku.Sesudah mandi dan makan pagi, aku mencari mobil sewaan. Rok yang berakhir tepat di lutut. Mereka biasanya sekedar pengguna jasa saja.Hari itu aku pulang seperti biasa, pukul 3 sore dari kantor cabang itu.




















