“Why should you know?”, tanyaku lagi untuk menghindar. Tempat bersejarah? Bokep tobrut “Oh iya..yah…., eh kamu kok juga sendiri, cewek kamu mana?”, balas Revy nggak mau kalah. Tapi tetap saja bikin bete kalau dengar orang yang ngomel melulu. Semakin sering kita jalan, ada sesuatu yang mulai mengikat perhatianku kepadanya. Kini Revy setengah berdiri membelakangiku, dengan kedua tangannya bertumpu pada meja kerjanya yang menghadap ke jendela kamar tidurnya yang masih terbuka. “Ugh….”, terdengar lirih bisik Revy saat ia mulai merasakan tikaman kejantananku menembusnya dari belakang.Kembali kami bersetubuh, sangat erat. Even an advounturer feels so lonely sometimes, seperti saat ini di mana diriku merasa sangat sendiri di tengah keramaian para tamu undangan. Saya tak tahu harus berkata apa. “So please, say it..”, balasku sambil membalikkan tubuhku dan menemukan sesosok wajah yang sangat mendamaikan dan menentramkan jiwaku, but do I feel sorrow in her eyes?




















