“Jangan… saya tdk pantas. Buka…” Aku menaikkan kakiku, kedua telapak kaki persis di pinggir meja. Bokep hot Kamu masih ingin?” Aku menggeleng.Kak Edo mendadak nampak khawatir.“Kenapa?”
“Saya… semalam saya datang bulan.”
“Oh… mens ya?” Aku mengangguk.Kak Edo tersenyum,“Kalau begitu, kita berpelukan saja seharian ini.” Aku tdk tahu harus berkata apa.Untuk sementara, hari- hari ini adalah hari bahagiaku. Terasa hangat mengalir di bibir vaginaku.Ia kemudian menunduk dan menjilat cairan kuning itu. Menghisap kelentitku. Tdk ada lagi batasan. Setiap kali paha kami beradu, terdengar suara plak, plak, plak. Ketika semangkuk telor setengah matang itu hampir habis, orgasme hebat melandaku.“Aaaauuhhhh…. Inilah yg pantas untukku: ditusuk kuat-kuat. Jadi pagi-pagi dihabiskan dengan mencuci celana dalam, daster, dan seprai.




















