kuat dan kuat….. Bokepindo ahh…… aahhhhhh. Aku setuju atas tawaran itu dan Pak Hamid akan menyiapkan perlengkapan yang diperlukan. Ooohhh…….aahhh ……….. Tiga tahun kemudian setelah kejadian di pulau itu, aku telah menikmati hari-hari bahagiaku. Tapi itu bukan salah suamiku. Di pelukanku ada si mungil Indri, buah hati kami berdua. Kami sudah saling terbuka membicarkan keluarga masing-masing sampai dengan keluahanku mengenai suamiku yang gay. Aku bisikan kata mesra. Otot-otot disekitar vaginaku mengejang nikmat dan nikmat sekali. Keluhannya sering pusing. Ketika mulut itu menemukan klitorisku, jeritanku tak tertahan Auh..h…h… aahhh….. Kemudian terasa sebuah benda digeser-geser dalam vaginaku. Semula terasa geli, tapi kemudian aku sadar Pak Hamid sedang membasahi penisnya dengan cairan kawinku. Sesekali nafasku tersengal aaa………..hhhhhh……………huuu…………..a ahhhhh….aahhhh……… aaaahhhhhhhh……. Setelah perceraian dengan suamiku, satu tahun kemudian aku menikah dengan Pak Hamid. Seketika aku bangun sambil menutup kedua kakiku.




















