Aku segera mematikan layar komputer, arlojiku telah menunjukkan pukul 19.30 malam. Bokep china sayang, Abang juga.. Tetapi Asmirandah tidak bisa tidur sama sekali. “Acchh.., Asmirandah, dengan siapa lagi kamu malam ini..?”, aku bertanya dalam hati sambil bergegas mViandinggalkan pintu ruang kantorku. “Ehh..mm”, Asmirandah tidak menjawab, hanya tersenyum di seberang sana. Perasaan khawatir sedikit muncul dibenaknya, bercampur dengan rasa kangen yang luar biasa. “Iya sayang.., kejantanan Abang juga sudah keras menegang. Lidah Abang berputar-putar di sekitar pusarmu. Miranda.., kamu memang luar biasa.. Putingnya yang merah kecoklatan terlihat mencuat keatas, sangat kontras dengan warna putih buih-buih sabun yang menempel di sekelilingnya. Kira-kira hampir semViandit kami berdua hVianding, tidak bersuara. Asmirandah terpaksa sedikit berbohong kepada temannya mengenai siapa ‘kakaknya’ itu. “Miranda, kita udahan dulu yaa.. Aku semakin tidak tahan menyaksikan pemandangan yang sangat sensual itu. enak sekali..”. “Terima kasih.., kamu inget sama Abang, soalnya tadi Abang Abangih capek Banget, jadi Abangih




















