“Itu apa Mbak?” tanyaku polos, saat melihat kain kecil tersumpal di dalam kutangnya yang sebelah kanan. Entah, tak mampu aku imajinasikan. Bokep ojol Mau kemana?” tanyanya saat tahu aku bergegas ingin meninggalkan biliknya. Di sini, kembali, kesabaran dan nyali ku pertaruhkan. Saat menjelang tidur, telah ku ceritakan bagaimana perjuangan ku mencoba menundukkan penisku yang menegang. Aku pungut benda itu yang masih teronggok tak berdaya di dekat kaki mesin jahit merk Singer, yang di pasang sejajar meja belajar Mbak Sekar. Aku tak menjawab, dan langsung berlari, meninggalkannya. Sementara kakakku masih terbengong-bengong atas ‘musibah’ itu, tak terkendali mataku nyalang menjelajah seluruh area yang masih terjangkau sinar lampu berbahan bakar minyak tanah itu. Sebetulnya, aku sudah tahu rencana Nenek yang hendak pergi ke Semarang untuk menengok salah satu cucunya yang ada di kota itu. Kenapa saat di padang rumput, saat menyaksikan kambing kang wawan yang sedang merumput, dan nampak kemaluannya, yang




















