Rupanya dia mencapai puncak kenikmatannya. Bokep hot Dengan tangan gemetar, mata saya mencari tanggal di photo tersebut, 12 Desember 1995. udah dong..” komentar Vivi. bisa minta nomor telepon loe..” seru saya sambil berlari ke arah Vivi. Terasa tubuhnya yang dingin dan tercium wangi sabun yang baru dipakainya. Dia terlihat begitu ceria dan dengan sigap merekam situasi di sana dengan handycam-nya. Setelah itu saya melanjutkan gerakan lidah saya kembali. Terlihat lubang kemaluannya yang masih sempit dan basah oleh cairan berwarna bening. Ketika handuk tersebut terbuka, udara dingin dari AC langsung menyentuh kulitnya. “Maafin saya, Gus..” katanya. Saya menutup mata saya sambil berusaha menikmati setiap perasaan yang ada.Merasakan batang kemaluan saya mencapai ujung lorong kemaluan Vivi, saya mencium bibir dan keningnya. Dia adalah Vivi!! Saat itu entah bercanda atau tidak Andi menjawab, “Gua lebih baik kehilangan seorang temen daripada kehilangan Vivi..”Part 2: Kala cinta mulai bersemiMalamnya sekitar jam 9, saya










