Jadi aku naik taksi ke Bekasi.Setelah sampai di hotel yang dituju, aku segera menemui Pak Jay, dan menyerahkan berkas yang dimaksud. “Kenapa Mas, Sakit? Bokep STW Isinya saya sudah paham dan prinsipnya setuju,” katanya. Tangannya meremas pantatku dan menarik celana dalamku yang mengganggu gerakannya. Suatu hari aku dipanggil pimpinanku ke dalam ruangannya. Kupercepat langkahku, tapi gerimis sudah mulai lebat. Kini kakiku diurutnya dengan cream pijat. Penisku semakin lama semakin tegang. Hanya ada perbaikan redaksional saja.“OK Dik, nanti saya kabari. Haahh,” kataku sambil menahan sakit.Kepalaku kubenamkan ke bantal. Setelah itu kami terbaring lemas, dengan Wati memelukku dengan payudaranya menekan perutku.“Wati terimakasih untuk saat-saat ini”
“Nggak usah To.. Kalau mobil kantor pas kosong, pakai taksi aja soalnya ini penting. Meskipun jawabannya begitu tapi dari nada suaranya dia tidak marah.Akhirnya sambil memijat aku tahu namanya, Wati, berasal dari Palembang.




















