Hitungan waktu mundurnya sudah dimulai.Kini Pakde Marto yang sudah meninggalkan celana kolornya di rerumputan pematang merangkak ke atas dan memeluki tubuh basah hujan Surti. Demikian juga Pakde Marto. Bokepindo Hitungan waktu mundurnya sudah dimulai.Kini Pakde Marto yang sudah meninggalkan celana kolornya di rerumputan pematang merangkak ke atas dan memeluki tubuh basah hujan Surti. Dan dalam bayangan Surti, Iding pasti telah sangat merindukannya untuk bercumbu di siang hari. Kalau dia belok sedikit ke kanan dia akan menjumpai dangau untuk berteduh. Untung Surti berada di belakangnya sehingga gangguan teknis itu tidak terlihat olehnya. Sang “setan lewat” cepat berlalu untuk menghadap atasannya dengan laporan bahwa otomatisasi setannya sudah ditinggal dan terpasang dalam posisi “ON” pada setiap dada korbannya. Sementara pelukan mereka juga bertambah erat karena Pakde Marto khawatir Surti jatuh dari pematang.




















