Besar dan tegang sekali kejantananku. Bokep ojol Oocch.., Santi merasakan kegelian yang amat-sangat, membuatnya bergidik-bergeletar.Lalu, perlahan-lahan aku mendorong kejantanannya masuk. Sekejap aku sudah sampai di belakang Santi, dekat sekali.. Aku terkulai menindih tubuh Santi. Dengan gemas aku meremas-remas, membuat Santi menjerit kecil sambil menahan geli. Aku menemukan sebuah sosis matang tergeletak di dekatnya. Matanya terpejam. Santi kegelian merasakan daun-daun yang basah dan dingin melekat di tubuhnya yang panas terbakar birahi. Santi masih menggelepar-gelepar merasakan akhir dari klimaks itu, tetapi aku telah pula memberikannya kenikmatan baru. Aku mempercepat hujaman-hujaman kejantananku, tidak mempedulikan Santi yang sebenarnya belum lagi selesai dengan klimaks terakhirnya. Santi juga mengatakan di telepon, dengan suara manjanya, bahwa aku bukan hanya diundang makan malam.




















