Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Bokep cina Selera makanku mendadak punah. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Katanya mau kayak Rasul? Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. “Lho, kok bilang gitu…?” selaku. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan deterjen tapi tak juga dicuci. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. berember-ember. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu.





















