Kumasuki klitorisnya dengan lidahku. Bokepindo Baru kali ini kulihat wanita membiarkan keteknya berbulu. “Esshh.. Hasratku yang menggila telah mengalahkan kebiasaanku selama ini. Karmin sedang duduk termangu. Pelan sekali kubuka pintu, namun hanya seukuran setengah kepala. Selama ini dia tidak berani menatapku. Apa yang sedang berlangsung di depan mataku ini? Paakkhh, oohh.. Darahku berdesir pelan dan makin kencang. Mulai kuselusuri dari tetek sampai leher kanan kiri dengan lidahku. Pada mulanya pasif. Yangg dalaam .. Yaahh beegittu.. Selama ini dia tidak berani menatapku. Kuamati dari ujung rambut sampai kaki. Pantesan tadi aku agak mengenali sosoknya. Yaahh.. Ahh.. Uffh..”. Kuat.. Di rumah kami tinggal 4 orang saja. Semakin dikangkangkan pahanya. Kali ini mungkin dia sedang kesepian dan masygul hatinya. Suatu kali Mr. Oohhs…” begitu terus erangnya sambil membeliak-beliak. “Maafkan isteriku yah” Entah kenapa tiba-tiba mata kami bertatapan kembali. Yaahh.. Isteriku licin sekali. Sshh…” suara desisan isteriku berulang-ulang.




















