Saya pertama kali kenalan dengan Ririn waktu saya mengantarkan pacar saya pulang ke tempat kostnya. Saya diam saja, lain kali urusan belakangan.Setelah kejadian itu, saya kontrakin rumah kecil buat Ririn. Link bokep Saya genjot penisku dengan cepat, kadang saya pelanin terus saya benamkan sedalam-dalamnya sampai Ririn menjerit lagi.“Mas, Mas…, aduh…, nikmat banget…, tusuk lagi yang keras Mas..!” dia mengerang-erang, langsung saja saya ikutin permintaannya. Jauh lebih nikmat dari pada kocokan pacarku.Ririn memajukan wajahnya yang manis, terus saya kulum mulutnya. Terus pelan-pelan saya putusin hubungan saya sama pacarku. Lalu dia mengeluh, tapi mencoba menggoyang supaya saya nikmat. Pintu lalu dibanting pakai kakinya. Saya lihat dia menggigit bibir, tapi dia tidak mencoba berontak atas kekasaranku.Saya jadi makin gila, penisku yang sudah tegang langsung saya sodok ke lubang senggamanya, ketika masuk…, aduh enaknya bukan main. Saya langsung roboh di atas tubuhnya, saya gigit pundaknya, saya sedotin lehernya, saya kulum telinganya. Dia




















