Aku memang agak terlambat pulang seperti biasa, saat sampai ke lobi, aku melihat Azni sedang duduk menunggu hujan reda.“Hai Az, nunggu hujan berhenti ?” tanyaku.“Iya, lebat banget. Entah berapa lama aku tertidur. XNXX Tapi saat tanganku menyentuh sisi payudaranya, tangan Azni menekan tanganku untuk meremas payudaranya lebih kencang.Otomatis akupun mulai meremas payudara Azni dari luar. Sesekali aku memutar-mutar puting susu Azni yang agak besar tersebut. Kulitnya putih mulus, rambut lurusnya hitam legam sangat terawat, bibir tipis berwarna merah muda walau tanpa lipstik.. Aku mulai makin gencar menusukkan penisku ke vaginanya. Sungguh aku dan Azni sudah tidak memperhatikan kalau bisa saja ada orang yang tiba-tiba lewat dekat mobil kami. Bergantian aku mengemut dan memutar-mutar pentil payudaranya.Sesekali aku remas perlahan sampai agak keras. AKu mulai goyangan dan tusukan penisku ke vaginanya.




















