Erik melihatku dengan penuh nafsu. Maria” Erik melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin. Bokep jilbab Aku pun berteriak lebih keras dari sebelumnya.“Ohh..Maria.”
Aku merasakan tangan Erik meremas pinggulku dengan kuat. Dan setiba di kamar, aku memeluk Erik sambil mengucapkan terima kasih. “Erik sudah pulang!!”, pikirku senang.Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya. “Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku. Kami bertiga sangat bahagia.Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Erik masih menindihku dan mulai menciumi punggungku. “Emm..” aku tidak berani bilang kalau aku merasa sakit.




















