Perlahan kubimbing Mba’ Erna mencapai puncaknya, hingga akhirnya…“ Oughhhhhhhhhhhhhhh…. Bokep ojol ”, tanya Idris.“ Untuk temanku, Mas Andy namanya Dris, kamu wawancarai, tempatkan di mana saja kamu suka, nggak perlu tinggi-tinggi betul jabatannya ”, terang saya.“ Aneh… tapi jika itu maumu, yaa tidak apa-apa ”, jawabnya.“ Yang penting kamu wawancarai dia cukup lama, dan kamu wawancarnya kalau bisa diulang sampai beberapa kali gitu Dris”, terangku pada Idris.“ Oke deh Wan, kalau itu semua kemauan kamu ”, jawab Idris menuruti saya.“ Tapi… nanti jadwal wawancara-nya saya yang tentuin ya Dris, hhe… Gimana, bisakan Dris ??? Kembali saya mengetuk pintu kamarnya pelan,“ Selamat pagi Mba’ ”, ucapku msembari mengetuk pintu Mba’ Erna.“ Iya, siapa yah ”, suara lembut Mba’ Erna menyahut dari dalam kamar.Mba’ Erna-pun membuka pintu, kali ini dia berdiri di depan pintunya, tidak seperti kemarin yang hanya melongokkan kepala dari celah pintu yang se’dikit terbuka.




















