“Mau nge-chat yah?” tanyaku sambil tersenyum pada si Emily. Aku masih memikirkan apa yang telah diucapkan oleh Khira. Bokep montok Sekarang apa lagi?” tanyaku. Emily masih saja menjilat-jilat bijiku.Dengan kasar Eve menarik kepalaku untuk kembali ke putingnya. Dengan setengah bingung karena tidak mengerti persoalannya, kupersilakan mereka untuk masuk. Akhirnya kuangkat kepala Khira, kutatap wajahnya yang berlumuran dengan cairanku. Kemudian kubuka pintu dan bertanya (maaf langsung aku terjemahkan saja ke bahasa Indonesia semua percakapan kami),
“Bisa saya bantu?” kataku kepada mereka. Pandanganku sayup, dan terasa benda lembut menyapu kepala barangku dan benda lembut lainnya menyapu bijiku. Umurku lebih 10 tahun darinya. Aku merasa nikmat dan ngilu sekali, “Sudah… sudah… aku ngiluuu… sudah…” pintaku.




















