Dark comedy Hijab Puting Tindik 3: satire, ambiguitas, dan plot kacau. Bokep mom Plus: skrip licin. Minus: humor tidak untuk semua. Untuk selera khusus. Mulai.
“Tok! “Bulik juga Tok…..” bisik bulik pelan.Aku hampir melompat gembira, berarti bulik Tin juga merasakan hal yang sama! Orang yang ditelpon juga ga isa liat kalo kita mengangguk-angguk atau menggeleng-geleng )Aku mengangsurkan telepon kepada bulik Tin lagi. Tubuhku tergencet di dinding gudang. “Sin…a…ku mau…. Your big cock, bro” Bibirnya mendesis, mencium bibirku meredam segala amarahku yang akan meletup. Tubuhnya yang telanjang, putih mulus, terpampang jelas dihadapanku.Setelah itu aku pelan-pelan menaiki ranjangnya, lalu tanganku mengatur posisi kedua kaki bulik hingga membuka lebar dengan kaki menekuk (seperti posisi orang mau melahirkan). Aku menarik nafas lega bertepatan dengan Yasmin yang menuju ke arah kami. (ngapain ikut-ikut segala?)” desisku ketika kami sudah berada di belakang rumah. Lalu kutekan pelan-pelan hingga setengah dari ‘helm baja’ku masuk di dalam liang vagina itu.




















