Ayo. Bibirku melumat bibirnya.“Jangan di sini Sayang..!” katanya manja lalu melepaskan sergapanku.“Masih sepi ini..!” kataku makin berani.Kemudian aku merangkulnya lagi, menyiuminya lagi. Bokep mom Sambil menjawab telepon di kursi ia menunggingkan pantatnya.“Ya sekarang Sayang..!” katanya.“Halo..?” katanya sedikit terengah.“Oh ya. Aku memandang ke arah lain mengindari adu tatap. Lalu asyik membuka tabloid. Aku langsung memasukkan ke saku baju tanpa mencermati nomor-nomornya. Keras sekali.“Jangan cuma ditunjuk dong, dipegang boleh.”Ia berdiri. Lalu vaginanya, basah sekali. Hari itu memang masih pagi, baru pukul 11.00 siang, belum ada yang datang, baru aku saja. Untung ada tissue yang tercecer, sehingga ada alasan buat Wien.Ia mengambil tissue itu, sambil mendengar kabar gembira dari wanita yang menunggu telepon. Padahal, wajah wanita setengah baya yang di lehernya ada keringat sudah terbayang. Tapi belum begitu lama ia pindah ke betis.“Balik badannya..!” pintanya.Aku membalikkan badanku. Ada cairan putih di celana dalamku.Di kantor, aku masih terbayang-bayang wanita yang di lehernya




















