Lalu Bu Lastri kembali pada posisi menduduki aku sambil memacu goyangan pinggulnya lebih kencang lagi, terus.. film porno Setelah rapih Bu Lastri berkata.“Mas aku kedepan yach” Lalu aku menjawab.“Terima kasih, ‘roti bakarnya’ yach bu”
Lalu dia berbalik memandangku tajam sambil tersenyum dan berkata, “Awas kamu yach..” tanya pembatuku.“Tadi malam.” jawabku singkat.“Wach bapak pulang kantor suka malam sich, Bu Lastri kalau siang atau sore kira-kira jam lima suka ngobrol disini dengan saya lho.” jawab pembantuku lagi.Och ternyata Bu Lastri suka ambil air ledeng dari kantorku, untuk air termos diwarungnya. Dia hanya mendesah.“Och..”
Hm.. Rupanya Bu Lastri tidak kuat lagi menahan gejolak napsu birahinya. Pastas pikirku, dari dandanannya, Bu Lastri tidak terlalu seperti ibu-ibu yang lain, dalam arti tidak memakai kebaya, melainkan memakai baju terusan hingga dengkulnya.“Bapak kapan ngobrol dengan Bu Lastri? aku sudah tak kuat lagi..”Sambil mengangguk aku cium bibirnya yang mungil.




















