, nikmat sekali.”Kuangkat kepala Ibu Maya, kamipun berciuman dengan liarnya, kupeluk tubuh gendut bosku.“Bu.. Bokep china enak.. Anwar sudah selesai kamu kerjakan atau belum?”“Oh.. Karena malu kututupi kontolku dengan kedua tanganku.“Sial..!” makiku dalam hati, aku benar benar dilecehkan oleh Ibu Maya saat itu.“Lepas tanganmu Ibu mau lihat seberapa besar kontolmu,” bentak Ibu Maya.“Mm.. ya.. Kuhisap memek Ibu Maya dan kujilati seluruh lendir yang keluar dari memeknya. Ayo lanjutkan ceritamu,” bentaknya lagi.“Baik Bu,” aku pun melanjutkan ceritaku kembali, namun aku sudah tidak konsentrasi lagi dengan ceritaku, apalagi saat Ibu Maya menghampiri dan membuka kakiku kemudian mengelus elus dan mengocok-ngocok kontolku, aku sudah tidak fokus lagi pada ceritaku.“Ahh..,” jeritku tertahan saat mulut Ibu Maya mulai mengulum kontolku.“Ahh.. Pento.. Pento.. , dan langsung ku cabut kontolku dan kumuncratkan air maniku diatas perut Ibu Maya.Karena lelah, aku pun tertidur di samping tubuh telanjang Ibu Maya, sambil kupeluk tubuhnya, saat aku terbangun kulihat




















