Desy mengeluarkan suara minta tolong.“sstt! Desy menoleh ke belakang, dan ia melihat gelandangan tadi berlutut di belakangnya sedang memegang sebuah botol bir.“Jangan, ampun! Bokep ojol jangan! Desy lebih memilih bekerja pada shift tersebut, karena dari saat tengah malam sampai pagi, jarang sekali ada pembeli, sehingga Desy bisa belajar untuk kuliahnya siang nanti.Sampai akhirnya pada suatu malam, Desy mendapati dirinya ditodong oleh sepucuk pistol tepat di depan matanya. Desy menangis terus, melihat dirinya disiksa dengan cara yang tak terbayangkan olehnya.Sambil tertawa Roy melanjutkan usahanya menghancurkan isi toko itu. Es krim beterbangan dilempar oleh Roy. Mereka menarik-narik jeans Desy sampai akhirnya turun sampai ke lutut. jangan buka! Lama kemudian terlihat sebuah bayangan di depan pintu, Desy melihat ternyata bayangan itu milik gelandangan yang sering lewat dan meminta-minta. susu!”.“Mana, mana gue pengen liat!”.“Gue pengen pegang!”.“Pasti alus tuh!”.Bawahnya kayak apa ya?!”.Mereka semua berkomentar bersamaan, kegirangan menemukan Desy yang sudah terikat erat.




















