Pintu salonkubuka.Selamat siang Mas, kata seorang penjaga salon,Potong, creambath, facial atau massage (pijit)..?Massage, boleh. Lho, salon kan tempat umum. Bokep tobrut Ah.., selangkanganku disentuhlagi, diremas, lalu ia menjamah betisku, dan selesai.Ia berlalu ke ruangan sebelah setelah membereskancream. Begini saja daripada repotrepot.Anggap saja tiaptiap baju sama dengan jumlah kancingbajuku: Tujuh. Ia tepatberada di tengahtengah. Lalu memegangpahaku, Yang mana..?Yes..! kataku sambil menancapkan Junioramblas seluruhnya.Si Nina, yang tadi. Aku mengurungkan niatku. Juniorku tegang seperti mainananakanak yang dituip melembung. Si Junior melemah.Lalu ia kembali memijat pangkal pahaku. katanya.Kini ia tidak malumalu lagi menyelinapkan jemarinya kedalam celana dalamku. Aku menyesal mengutuk ibu ketikapergi. Payudaraitu dari jarak yang cukup dekat jelas membayang.Cukuplah kalau tanganku menyergapnya. Ah segar. Lalu ngomong apa? Aku masih mematung. Sial. Kami seperti tidak ingin membuang waktu,melepas pakaian masingmasing lalu memulaipergumulan.Wien menjilatiku dari ujung rambut sampai ujung kaki.Aku menikmati kelincahan lidah wanita setengah bayayang tahu di mana titiktitik yang harus dituju.



















