“Kamu jangan macam-macam, Tok!”, ancamnya padaku yang lagi menikmati rokok. Bokep tobrut Usahaku yang kuat untuk kembali tidur tak membuahkan hasil. Terima kasih banyak ya mau menemanin aku.”, kata Iswani dan mencium pipiku. Kuputuskan untuk bangun dan duduk termenung di kursi didalam kamar penginapan. Pikiranku berkecamuk soal pekerjaan yang akan kuhadapi sehari lagi dan sama sekali belum kusiapkan. Gesekkan tempurung lutut pada bagian depan celana dalamnya ternyata sangat merangsangnya hingga melepas kuluman pada ujung batang kemaluanku. Kuperlambat gerakanku untuk memperpanjang babak ini. Kemudian Iswani meninggalkan penginapan sementara aku hanya dapat termenung.Tiba-tiba aku merasakan sebuah rasa kesepian menyelinap masuk dalam hatiku padahal sejak lama aku terbiasa bepergian jauh seorang diri bahkan dengan jangka waktu yang lebih lama dari ini, tapi kali ini beda. “Nanti setelah Mbak kukenalkan, ganti Mbak kenalkan saya”, jawabku sambil meneguk kopiku yang masih panas dengan hati-hati.




















