Dia terus menggerakkan tubuhnya maju mundur, makin lama makin cepat, sambil tangannya memegang pinggulku.“Ah..ah..ah…teerrruuus Riz….terruuusss…..aaaaahhhh”.“Tan, Faarriizz maau kke…..lluaarr….giimaannaa nihhhh…..aahhhh…ahhh?”.“Ahhh…aahhh…kkee…ahh…keeluaarinn aja Riz…aahhhhh”.Plok..plook…clooppss….cloppss…. Perasaan ini mulai membuatku bergairah. Bokep hot Pelan-pelan aku mulai menjilati kemaluannya. Yang duduk didepan bernama Fariz, sedangkan dua temannya yang duduk dibelakang bernama Dharma dan Aziz. Vina yang merupakan petualang seks sejati langsung mengerti maksudku. Ketika aku baru mengeluarkan pipisku, tiba-tiba Fariz masuk. Seperti biasa, aku langsung melepas piyamaku. “Masuk dulu yuk!”, ajakku pada mereka. Dia tampaknya menikmati hal ini. Aku pun menarik handuk yang menutupi pantatku sehingga kini aku benar-benar bugil. Seperti biasa, aku langsung melepas piyamaku. Diapun memberikan lotion kepadaku. Dia mulai memasukkan jari tengahnya kedalan vaginaku sambil terus menggosok-gosoknya. Setelah meremas-remas buah dadaku, aku pun menarik kepala Fariz dan mengarahkannya ke dadaku. Suaraku makin lama makin meracau karena keenakan. Fariz benar-benar terkejut. “Tuh masih ada dua lagi”, kataku sambil menunjuk Dharma dan Aziz.




















