Namanya Reny dia cukup cantik, bukan hanya cantik, luar biasa mungkin dan istimewa tentunya. Dia diam sejenak lalu menjawab,
“Ya udah Hendra duduk di sebelah Reny aja”, katanya lembut penuh arti.Waduh bakalan seru nih batinku, untung aja temen-temenku yang lain pada bermain basket di dekat situ, jadi semuanya lancar tanpa hambatan. Bokep barat Ketika dia baru duduk aku sapa,”Loh temennya mana Ren”, dia hanya menjawab,
“Dah pada balik, pada mau les katanya”.Lalu aku berbalik ke mejaku dan berusaha mencuri-curi untuk sekedar melihat lekuk tubuhnya dari balik monitor komputerku.15 menit sudah aku memandangnya, eh dia membalas pandanganku, aku kaget juga jangan-jangan dia marah, eh dia malah tersenyum. Langsung saja muka dia memerah, entah malu atau takut.




















