Nasi sudah menjadi bubur. Sepanjang dia merasa bebas, aku melayaninya. Bokepindo Bunyi becek di bawah sana menandakan dia kembali orgasme. Karena tidak ada jawaban, kudekati dia dan kucium tangannya. atau besok mayatmu sudah ditemukan di laut sana… paham?”
“ton.. itu.. dimasukin…” kali ini pisau kutekan lagi.Darah segar mengalir perlahan dari luka yang kuperbesar, walau tidak begitu parah.Dengan berat disertai ketakutan, dipegangnya kemaluanku. salahku?” dengan ketakutan dia berusaha membuatku luluh.“Salahmu adalah… kamu memamerkan tubuhmu di hadapan singa lapar…”Segera, seluruh bajunya kusobek dengan pisauku yang tajam. Ditambah lagi harum tubuhnya yang sangat merangsang. Kepalanya terlempar ke sana ke mari dan nafasnya mendesah hebat.“Nin… punyaahh.. Dipandanginya aku agak lama. Dia sudah tidak melakukan perlawanan apa-apa, pasrah. Setelah ngobrol agak lama, dengan mengeluarkan jurus empuk tentunya, dia mengajakku pulang bersama, karena aku mengaku akan menunggu angkutan sampai hujan reda.Akhirnya, aku pun setuju, dan segera berangkat bersamanya.




















