Lepaslah sudah penghalang kelamin kami tinggal atasan kami. Sakit tapi enak menggelikan.“Ahh yang jangan kenain gigi” kataku sambil memegang kepala Ayu. XNXX Setelah agak lama menaik turunkan kontolku, tempik Ayu sudah agak lancar. Tak lama kemudian disusul Ayu yang memeluk tubuhku erat erat disusul helemku seperti disiram cairan lengket dan hangat. Fitri menyandarkan kepalanya didada Fandi sedangkan tangan Fandi merangkul bahu Fitri.“Napa brenti sih mas” kata Ayu nggak sabaran.“Itu ada Fandi dan Fitri” kataku“Eh kalian dah enakan belum” tanya Ayu kepada mereka tanpa malu malu lagi disaat sedang aku setubuhi.“Iyah enak kok” jawab Fandi“He-eh” sahut Fitri“Ya sudah tunggu kami yah” sambung Ayu lagi“Yuk mas lanjuti Ayu belum puas nih” Ajaknya kepadaku lalu aku kembali menaik turunkan pinggangku.“Aahhh… oohhh… eennaaakkhhh… maasshhh In terusin kenthu Ayu sampai puas” desahan Ayu dibesar besarkan karena ada Fandi dan Fitri.




















