Dengan agak enggan, Tamara menurut, dan saya berlutut di antara kedua pahanya dan membungkuk untuk mencium selangkangan Tamara.“Ibu, Tamara malu ah?” kata Tamara sambil berusaha menutup kemaluannya dengan kedua tangannya.“Ayo, Tamara mau kancitan, ndak?” kata Ayu.Saya mengendus kemaluan Tamara dan baunya sangat tajam.“Uh, mambu pesing.” Saya berkata dengan agak jijik. Bokep STW Saya bisa melihat lobangnya yang kecil dan merah seperti menganga. Dia pun mulai mencuci kemaluan Tamara dengan handuk kecil itu dan saya perhatikan kemaluan Tamara mulai memerah karena digosok-gosok Ayu dengan handuk tadi. Yang terakhir barulah saya memasukkan batang kemaluan saya kedalam liang sanggamanya yang sudah banjir.Setelah kesempatan saya dan Ayu untuk bermain cinta (saya tidak tahu apakah itu bisa disebut bermain cinta) yang pertama kali itu, maka kami menjadi semakin berani dan Ayu dengan bebasnya akan datang kerumah saya hampir setiap hari, paling sedikit 3 kali seminggu.




















