Kamu mau menyuruhku minta maaf ya?”
“Bukan gitu, Ray..”
“Ya sudah deh, aku ngantuk.”Kuletakkan gagang telepon tanpa menunggu sahutan suara di seberang. Bokep montok sori aku sedikit emosi.”
“Hmm.. “Ray? Memencet keluar dua butir terakhir, mengunyahnya sambil menenggak seteguk cairan dari botol di hadapanku. Kuteruskan membuka celana pendeknya, membiarkan pahanya terlihat jelas. Gila, aku tahu kamu protes atas ucapanku, hahahaha. hh..” Dengan gerakan halus kutarik celana dalamnya menelusuri pahanya, betisnya, menikmati geliatnya di tindihanku. Mmm..” Dalam keterkejutanku, aku nyaris tidak percaya semua ini. gini..” Nia tertawa melihat kegugupanku. ngnggnn.. Dapat kubayangkan hubungan persahabatan kompetitif antara Enni dan Nia, ahh.. “Nia, jalan yuk.”
“Ha? Nia..” jawabku. Nia lalu bercerita bagaimana Mas Dita (begitu dia menyebutnya) berhasil meluluhkan gunung es dalam hatinya, dan mengajaknya bertunangan kira-kira dua bulan yang lalu.










