Oh tidak, aku takut hamil. Setiap orang, dilayani dua therapist.”
“Tidak ada yang perempuan?”
“Benar bu, hanya tersisa kami.”
“Kalau begitu tidak jadi saja. Bokep montok Kakiku rasanya panas. Ada dua orang, yang pirang dan yang berambut hitam. Sambil menunggu therapist-nya, aku menyusui bayiku. Begitu masuk ia langsung menyodokku dengan kasar, yang belum pernah aku rasakan. Bayiku sengaja kubawa. Apalagi mereka telah melihat sebelah susuku yang sedang dikenyot bayiku. Aku tak mampu menjawab, hanya menggelengkan kepalaku. Dari bagian atas, ia lanjut memijat samping susuku, kemudian bagian bawah susuku. Dan kaos ketat yang mereka kenakan, aku bisa mengetahui kalau tubuh mereka pasti bagus. Suami saya saja tidak mau menoleh karena saya gendut.”
Si pirang lalu pindah ke bahu, dan si rambut hitam kembali memijat kakiku. Mereka juga telanjang. Pijatan si pirang menaikkan lagi birahiku. Aku hanya mengangguk.




















